Feeds:
Posts
Comments

Hari itu saya, hayun, wayan, reno ada di pertemuan Himpunan Ahli Teknik Hidraulik Indonesia, kita lengkap dengan kemeja dan sepatu yang disemir mengkilat, Mahasiswa tetap mahasiswa karena kita menggendong tas yang memang lusuh diantar orang berpakaian batik, jas dan dasi

siang itu ada pertemuan ahli teknik hidraulik se Indonesia, banyak pejabat, pengajar dan pengusaha berdiri disana, kita hadir karena sebelumnya kita sudah berbicara dengan pak moko dan meminta bantuan beliau untuk mencari alternatif supaya kita bisa berangkat ke lombok

sudah dua bulan lebih dari 60 orang bergerak kesana kemari mencari dana, kita habiskan waktu untuk berjualan teh botol, kembang atau bahkan mengumpulkan koran bekas, kita berusaha melobby kesana kemari supaya dana yang turun lumayan sehingga biaya kita tak terlalu besar untuk ke lombok, yang ada di kepala kita hanya kita harus berangkat, mungkin berat, tapi bukan angkatan 97 namanya kalau kita tidak berjuang sampai tetes darah penghabisan, seperti mimpi di siang bolong kata salah seorang yang saya kenal, karena berangkat ke lombok dan menginap seminggu disana bukan hal mudah, mencontoh salah satu institusi terkenal mereka perlu waktu lebih dari sebulan untuk berangkat ke lombok itupun dengan dana gila-gilaan

Continue Reading »

night chit chat

A : hei, can’t sleep huh ?

B : Yes, i can’t shut my eyes in silence.

A : have a lot of thoughts crawling in your mind ?

B : Yes, i wish you can take some of them then it might be great.

A : funny huh ? they said our brain give command to other part of the body, but this time your body disagree to sleep

B : Shut up, in this breezy night, i am not in the mood of philosophical chit chat

A : don’t get mad at me, the problem is in your mind not me, what are you thinking about anyway ?

B : about life

A : you think too much, why don’t you do much and think less

B : My mind is my freedom, don’t tell me what to do with my freedom

A : but think will bring you nowhere, but act will take you somewhere

B : Do as you wish, but i am what i am, i don’t have to be you

A : suit yourself then

B : why do u come to me anyway ?

A : i see that you are sad, and i come to help

B : well…thanks, they say i help a lot of people but now i can’t even help myself

A : don’t push yourself too much, everyone got their own limit

B : you don’t know me, i don’t have any limit

A : you do, you just don’t wanna admit it, admit it and you will be set free

B : set free ? by whom ?

A : by yourself, your dreams put too much burden in your back, let it go for a while, don’t run but walk, don’t think but laugh then may be u will have your sleep…

B : damn you, i said no philosophical chit chat this time

A : it is not philosophy, this is as simple as  tie your shoes

B : i am not in the mood of debate

A : i don’t either, like i said, i come here to help

B : what is it that you hold in your hand ?

A : this is your past

B : and the other one ?

A : this is your present

B : where is my future ?

A : it is inside you, it is what you believe to happen

B : why do you have my past and present and i am the one who have my future

A : i can’t say that, if i do than i open the life greatest secret

B : tell me, i wanna know

A : you already know

B : how come ?

A : because i am you

Daw…

Malam itu seorang wanita berumur 52 tahun sedang duduk sendirian di rumahnya, pikirannya nampak jauh melayang tidak berada ditempat dimana dia duduk sekarang…ia baru saja menerima kabar bahwa suaminya menderita kanker prostat, tapi sayangnya dia tidak bisa menemui suaminya…dia punya dua pilihan, dia pergi meninggalkan suaminya atau dia pergi meninggalkan rakyatnya…ach …pilihan yang terlalu berat untuk seorang wanita yang sudah berumur ini…

Dialah wanita yang menurut majalah Times adalah tokoh wanita kedua paling berpengaruh di Dunia, namanya Aung San Suu Kyi…sejak tahun 1989 Junta militer di Burma telah menempatkan putri Jendral Besar Aung San ini menjadi tahanan rumah…tahun 1990 partainya mengikuti pemilihan umum dan 80 persen lebih rakyat Burma memilih partainya…tapi Junta militer dengan tegas menolak hasil pemilihan itu…
Sejak itu wanita sederhana dan murah senyum ini kembali menjadi tahanan rumah…sekali lagi Suu Kyi diberikan dua pilihan : pergi dari Burma dan bebas atau bertahan di Burma dan menjadi seorang tahanan…Kalau dia bebas maka Suu Kyi akan menikmati hidupnya yang menyenangkan di Inggris dimana suami dan anak – anaknya tercinta telah menunggu disana, dia harusnya bisa melakukan perjuangannya dari luar Burma…tapi… Suu Kyi lebih sekedar seorang istri, seorang ibu dan seorang pejuang…Suu Kyi memanggul beban terlampau berat dipundaknya sebagai seorang Negarawan…tak ada peluang baginya untuk memikirkan dirinya sendiri…Hidupnya adalah rakyatnya…tak ada yang lain…

Saya jadi terngiang dengan kata-kata Gandhi :

“if i wanna struggle with them (people of India) i must become like one of them

Semangat dan keberanian Suu Kyi ini menjalar ke seluruh rakyat Burma seperti gelombang sungai yang terus saja mengalir tanpa henti, setelah dipisahkan dari keluarga yang tak pernah lagi bisa ditemuinya..setelah puluhan kali menderita tekanan mental dan psikologis…bahkan percobaan pembunuhan…wanita cantik yang murah senyum ini dengan suara lembutnya berkata kepada Jendral Than (Diktator Burma) :

“saya tidak pernah membenci Jendral Than, saya hanya tidak suka kepada sofat kediktatoranya”

Wanita ini memang terlalu luar biasa…Ketika Gandhi dipanggil Bappu (father) oleh seluruh rakyat India maka rakyat Burma memanggilnya Daw yang berarti BIBI…..saudara perempuan dari seluruh rakyat Burma…atau bahkan seluruh pejuang demokrasi dimanapun dia berada…

Tetaplah berjuang…Daw…Kemerdekaan tak kan pernah tunduk pada senjata… tapi dia tegar menantang kekerasan sama seperti dirimu yang selalu tersenyum…

Hari ini pikiran rasanya berkelebat memainkan potongan kisah masa lalu, hampir 3 tahun 8 bulan menghabiskan waktu disini, bukan hanya untuk belajar ternyata, bukan hanya untuk mengambil selembar kertas bertuliskan master of science tapi terlampau banyak yang akhirnya didapatkan…

Dari gak pernah belajar mencuci baju akhirnya mampu mencuci baju sendiri, dari gak pernah tau cara memasak sampai akhirnya bereksperimen terhadap beragam masakan, namun yang paling berkesan tentulah mendapatkan teman baru atau bahkan keluarga baru, hidup jauh diperantauan memang memberikan rasa persaudaraan yang erat, yach…setidaknya itu lah yang saya rasakan selama di Jerman…

Tak pernah terbayang pada awalnya meninggalkan tanah air tercinta, tanpa sanak saudara dan tanpa tau bagaimana melakoni proses hidup disana, apakah kita akan berhasil atau bisakah kita melewati pergantian musim yang begitu menyiksa ?

Masih teringat ketika pertama kali menginjakan kaki di subway dan begitu terkesima melihat arsitektur masa lalu yang dijaga rapi sampai akhirnya mengeluh mendengar pemogokan subway dan salju yang terus turun tanpa henti…

Tidak pernah terbayangkan sebelumnya bahwa operasi pertama saya, saya lakukan di Jerman, selama di Indonesia rasanya tak pernah sakit namun saya diberikan kesempatan untuk menguji coba teknologi kedokteran Jerman yang ternyata hasilnya sangat memuaskan, Tak pernah terbayangkan sebelumnya bahwa saya ikut terjun berkecimpung disebuah organisasi besar di Jerman dan akhirnya berkenalan dengan begitu banyak orang…ach…negara ini meninggalkan terlalu banyak kenangan…

Hidup ternyata memang punya planningnya sendiri, biarpun saya tetap berkeinginan untuk tinggal di Jerman, namun tak ada yang bisa melawan keinginan takdir…dan takdir membuka pintu lain di kehidupan saya…tempat itu bernama Belanda…ada rasa cemas yang sempat berkelebat di pikiran, untuk beradaptasi kembali, belajar kembali kultur dan gaya hidup atau bahkan sekedar mencari toko Turki untuk mendapatkan bahan masakan…

Saya selalu yakin bahwa hidup memiliki rahasianya sendiri…dulu pernah bingung ketika akan pindah ke Malang tanpa tahu apa yang harus dilakukan tapi toh akhirnya saya menemukan banyak hal menarik selama di malang yang akhirnya menempa mental dan tingkat kedewasaan saya…dulu pernah bingung ketika akan berangkat ke Bandung tapi akhirnya malah menjadi begitu menikmati suasana kota bandung yang bersahabat…sekarang menuju ke Belanda..mungkin benar kata Ibu saya dulu…bahwa hidup saya kelak tak ubahnya akan menjadi sebuah perjalanan…

Life goes on…take one small step at a time…that’s all we need to do…don’t see how big your challenges ahead, but see those small paths in front of you…step on it…and one day you will realize that you have crossed the whole mountain…that’s what life all about…that’s all it is…

(…)

Aku berjalan mengendap endap perlahan
telapak ku bersahabat dengan diam dan mengakrabi keheningan
Aku tak mau mengusik keagungan abadimu
Aku khawatir jiwaku terbakar dalam kelembutanmuAch…Andaikan aku bisa menyentuh sedikit jubah agung mu
dan biarlah aku terseret di sepanjang langkahmu
karena itu akan lebih baik dari sejuta damai yang kualami sekarang…

Atau ijinkan lah aku sebentar menciumi telapakmu
agar debu mu yang suci melekat di keningku
maka ia akan lebih indah dari sekantung minyak zaitun yang wangi

Hari ini aku menunduk begitu rendah…bahkan lebih rendah dari pinggangku sendiri
Aku ingin menjadi segaris dengan rumput…agar langkahmu menjadi untaian doa yang damai saat ia melewati ku…biarlah aku mengalasi perjalanan sucimu itulah dharma yang akan kupikul di sepanjang hidupku…

Kalau jiwaku gemetar maka biarlah tanganmu memeluk ku dengan hangat
karena pelukan mu mengingatkan ku bahwa ada kekuatan Maha Dahsyat yang sedang berbisik
“Bersabarlah…Aku tak pernah jauh darimu…Aku selalu berada di dekatmu…tak pernah lepas pandangan Ku dari mu tidak untuk satu tarikan nafasmu…bersabarlah…”

Kalau hatiku bingung dan ragu maka genggaman tanganmu menarikku dan menuntunku sehingga langkahku menjadi sepadan dengan langkahmu…
Kemudian wajah mu berbalik dalam senyum yang menghanyutkan
“Tempatmu ada disamping Ku…langit hanyalah tabir…percayalah Aku selalu tersenyum…tak pernah hatimu tertutup kabut…kemarilah Aku yang menuntun jalanmu … Kau tak perlu yang lain”

Hari ini kami diam…karena kau selalu bersahabat dengan diam…bulan tidak bersuara ketika tenggelam…
Bunga tidak berteriak ketika mekar…
Dalam diam aku berdialog denganmu…Berkeluh kesah tentang hidup…bermanja – manja dengan takdir…ya…hanya dalam diam…

Dalam hening aku mencarimu…Tuhan…

Kwon

Sepulang pengajian saya berlari cepat ke dojo, karena saya yakin hari ini dojo pasti sudah penuh, benar saja, sesampainya saya didepan dojo sudah banyak mobil yang diparkir mengantri. Hari ini berbeda dari biasanya karena grand master Kwon Jae Hwa kebetulan bersedia untuk mampir di dojo, satu kesempatan yang pasti tidak dilewatkan oleh para pecinta taekwondo se Jerman, puluhan pria bersabuk hitam dan merah sudah siap berlatih dan sedang sibuk melakukan pemanasan, puluhan pengunjung yang lain berdiri berdesak desakan di sekitar dojoBuat yang ingin tau siapa grand master kwon, saya kutip info siapa grand master kwon : Continue Reading »

Takdir

Malam itu mata saya tetap menerawang ke langit-langit sebuah kantor di Jakarta, beberapa teman sudah asik mendengkur, sudah beberapa hari ini kami tidur diatas karpet tipis sebuah kantor di Jakarta, setiap pagi kami harus bersiap siap untuk berangkat karena kantor akan digunakan, kita memilih tinggal di kantor karena terus terang lebih dekat dengan beberapa pusat pemerintahan yang harus kami kunjungi

Hampir dua minggu kami seperti menggelandang di Jakarta demi sebuah kegiatan yang membuat saya sudah 2 bulan ini meninggalkan kuliah, lelah, pusing, penat adalah santapan saya sehari hari akhir akhir ini, kata teman teman saya terlihat lebih kurus hahaha who cares

Besok sedikit berbeda sehingga saya tidak bisa tidur malam ini, karena besok kami harus berangkat menuju kantor Sekertaris Negara, berbekal surat salah satu tokoh nasional maka kami diijinkan untuk beraudiensi di kantor Sekertaris Negara, saya tidak gentar masuk ke Sekneg tapi yang membuat saya berat malam itu karena beban yang dipanggulkan di pundak saya, itu yang membuat saya tidak bisa tidur malam ini

Tadi sore salah satu senior yang saya kagumi datang dan berbicara, saya selalu beruntung dibesarkan oleh puluhan senior yang sangat saya kagumi, tak henti hentinya saya belajar banyak dari mereka, dan tadi sore kebetulan mas Soni yang datang, pengusaha yang sukses di Jakarta ini adalah Godfather alumni teknik yang dikagumi banyak juniornya

Continue Reading »

Radar Lampung

Siapa sangka, pemuda yang akrab dipanggil Adhit ini selalu memberikan kejutan untuk keluarga dan tanah kelahirannya, Lampung. Pemuda yang memiliki nama lengkap Achmad Adhitya Maramis itu pada akhir tahun 2006 lalu dinobatkan sebagai Ketua Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Pusat di Jerman. Mendengar kabar kepulangannya ke Lampung, Radar Lampung langsung singgah ke kediaman Adhit, Jl. Cengkeh No. 2 Gedungmeneng, Bandarlampung, guna mengenalnya lebih dekat. Pasalnya, ia jarang sekali pulang ke tanah air. Saat ini saja, ia harus mengisi presentasi di Institut Teknologi Bandung.

Adhitiya adalah putra pertama dari pasangan Hi. Ir. Maramis Syukri, M.M., M.H. dan Hj. Yusnani Maramis, S.H., M.H. Ia lahir di Lampung pada tanggal 13 Oktober 1979. Sejak kecil ia terkenal sebagai anak yang pemalu dan tak jarang teman-temannya selalu meledekinya kalau sifat pemalunya sudah muncul. Tapi siapa sangka, kini ia menjadi ketua sebuah organisasi yang mewadahi seluruh pelajar yang berada di Jerman. Tak hanya itu, meskipun pemalu, ia memiliki banyak prestasi, seperti juara I pidato Bahasa Inggris se-Jawa Timur yang diadakan oleh Jawa Pos (2002), Best Speaker IVED (Indonesia Varsities English Debates) pada tahun 1999, Pemakalah Simposium Nasional tentang ICMI di Malang pada tahun 1999 tentang Redefinisi dan Reaktualisasi ICMI. Kemudian, juara 1 lomba pidato Berbahasa Inggris di Malang pada tahun 2002 dan Jambore Ranting tahun 1989.

Continue Reading »

”Suara Bersama Den Haag 2007”

Pertemuan Pelajar Indonesia: Indonesia Masa Depan—Suara dan Peran Kaum Muda

Den Haag, 22 – 24 Juni 2007

 

Kami, kaum muda Indonesia yang hadir dalam Pertemuan Pelajar Indonesia: Indonesia Masa Depan—Suara dan Peran Kaum Muda (PPI: IMD-SPKM) di Den Haag, 22-24 Juni 2007, bersama ini menyatakan:

Kami bertemu dan berkumpul di sini dilandasi oleh semangat dan kehendak bersama untuk turut memberikan sumbangan kolektif, dalam bentuk apapun terhadap proses perbaikan kehidupan bersama sebagai negara dan bangsa Indonesia di masa kini dan mendatang.

Kami bertemu dan berkumpul di sini dipicu oleh kerisauan kolektif. Berakhirnya rezim dan sistem politik Orde Baru pada 1998 telah membawa perjalanan Republik Indonesia tercinta memasuki babak baru kesejarahannya sejak itulah dimulai proses “reformasi”. Namun hingga kini arah dan pijakan baru yang nyata dan kokoh untuk menciptakan keadilan dan kesejahteraan sosial bagi seluruh warga bangsa belum dirumuskan.

Continue Reading »

Hidup kadang tidak selalu baik kepada saya…gagal masuk SMA unggulan, gagal kuliah di universitas unggulan, 6 kali berganti judul skripsi, beberapa kegiatan kemahasiswaan yang digagalkan…Hidup bahkan kadang tidak bersikap baik tetapi KEJAM !!!

I will tell you a secret my friends…EVERYBODY HAVE EVER FAILED IN THEIR LIFE , NOT ONCE BUT SOOOO MANY TIMES !!! That what life is all about, YOU FAILED AND YOU MOVE ON…Masih ingat bab sebelumnya ? You should set higher purpose in your life…THAT HIGHER PURPOSE IN YOUR LIFE IS YOUR DREAM !!! Mimpi itulah yang nantinya akan merubah hidup kita…Kalau orang tidak pernah bermimpi untuk terbang tentu tidak akan pernah ada pesawat…kalau orang tidak pernah bermimpi untuk bisa berkomunikasi di jarak yang ribuan kilometer tentu tak pernah ada telepon…Ketakutan orang untuk BERMIMPI membuat hidupnya mononton dan begitu MEMBOSANKAN…Beberapa kali saya mendengar cerita-cerita teman yang mengeluh karena hidupnya hanya seolah menjadi rangkaian rutinitas saja…rumah – kantor – rumah…kerja – tidur – kerja…and after sometimes, these people come to me and said “WHAT A BORING LIFE !!!”

Continue Reading »

Older Posts »