Malam itu mata saya tetap menerawang ke langit-langit sebuah kantor di Jakarta, beberapa teman sudah asik mendengkur, sudah beberapa hari ini kami tidur diatas karpet tipis sebuah kantor di Jakarta, setiap pagi kami harus bersiap siap untuk berangkat karena kantor akan digunakan, kita memilih tinggal di kantor karena terus terang lebih dekat dengan beberapa pusat pemerintahan yang harus kami kunjungi
Hampir dua minggu kami seperti menggelandang di Jakarta demi sebuah kegiatan yang membuat saya sudah 2 bulan ini meninggalkan kuliah, lelah, pusing, penat adalah santapan saya sehari hari akhir akhir ini, kata teman teman saya terlihat lebih kurus hahaha who cares
Besok sedikit berbeda sehingga saya tidak bisa tidur malam ini, karena besok kami harus berangkat menuju kantor Sekertaris Negara, berbekal surat salah satu tokoh nasional maka kami diijinkan untuk beraudiensi di kantor Sekertaris Negara, saya tidak gentar masuk ke Sekneg tapi yang membuat saya berat malam itu karena beban yang dipanggulkan di pundak saya, itu yang membuat saya tidak bisa tidur malam ini
Tadi sore salah satu senior yang saya kagumi datang dan berbicara, saya selalu beruntung dibesarkan oleh puluhan senior yang sangat saya kagumi, tak henti hentinya saya belajar banyak dari mereka, dan tadi sore kebetulan mas Soni yang datang, pengusaha yang sukses di Jakarta ini adalah Godfather alumni teknik yang dikagumi banyak juniornya
Kami berbicara tentang banyak hal sampai akhirnya saya melontarkan sebuah pernyataan
“Mas, kenapa saya tidak yakin ini akan sukses “
“Wajar, keraguan membuat orang waspada dan mawas diri bahwa banyak hal yang masih harus diperbaiki”
“Rasanya saya lebih berfikiran bahwa saya tidak cukup kemampuan untuk membuat acara ini sukses”
“Manusia harus sadar bahwa dirinya adalah pelaksana takdir Tuhan, terkadang kejadian itu hanya menitipkan dirinya pada seseorang, dan kejadian yang sudah tertulis pasti akan terjadi, kalau tidak kamu maka mungkin akan ada orang lain yang melaksanakan, karena itu bukan tugas kamu untuk membuat suatu acara menjadi sukses atau tidak, tugas kamu adalah berusaha maksimal sampai detik terakhir acaranya terjadi, lalu kemudian baru kamu bisa bilang kepada Tuhan “Bos, tugas sudah saya laksanakan dengan sebaik baiknya, saksikanlah”
Sekelumit pembicaraan dengan mas Soni tadi sore tiba tiba menyeruak dari alam bawah sadar saya, saya harusnya tau bahwa saya tidak dalam posisi menentukan tapi hanya dalam posisi pengemban tugas, karena saya tidak menentukan maka biarlah yang Maha Menentukan saja yang akan membisikan kepada saya hasilnya
Saya pikir sepulang dari kantor Sekneg saya bisa berkata dengan lebih tenang
“Bos , Tugas sudah saya selesaikan dengan sebaik baiknya”
Acchhhh … ya sudah lah dengkuran teman – teman semakin keras, mungkin Tuhan sudah meminta saya untuk beristirahat malam ini, ada “pertempuran” yang harus saya kerjakan besok
(mengorek isi catatan harian)