Nama saya Achmad Adhitya, saya lahir di sebuah kota kecil bernama Tanjung Karang pada 13 oktober 1979. Saya lahir prematur belum 9 bulan saya sudah lahir, karena itu kondisi badan saya yang belum kuat benar untuk langsung pulang ke rumah, dokter menempatkan saya kedalam inkubator selama beberapa waktu sampai kemudian badan saya dirasa cukup kuat. Penyakit akhirnya memang kemudian lumayan akrab dengan saya selama rentang waktu SD sampai SMP. Mulai dari demam sampai tipes terus menyerang saya selama rentang waktu itu.
Selama masa SD sampai SMA saya menghabiskan waktu saya di Lampung, selama rentang waktu tersebut saya sering berpindah sekolah dikarenakan kerja ayah saya yang terus berpindah dari kabupaten ke kabupaten, sebuah pengalaman hidup yang akhirnya membuat saya sadar bahwa hidup saya adalah sebuah perjalanan yang terus berpindah-pindah. Tidak ada yang terlalu istimewa selama rentang waktu SD sampai SMA, saya cenderung menjadi anak yang pemalu, kehidupan saya hanya diisi oleh berbagai macam les, bahasa inggris, mengaji, matematika, fisika, biology, oleh karena itu juga saya memiliki kemampuan sosial yang sangat rendah, pengalaman saya diluar les adalah mengikuti jambore ranting di waktu SD. Kenangan yang selalu saya kenang sampai sekarang. Masih lumayan jelas teringat bahwa tak jarang saya menangis selama rentang waktu “camping” tersebut dikarenakan kangen dengan rumah dan keluarga. Selama rentang waktu SMA sedikit banyak saya mulai memperoleh banyak teman, tidak terlalu banyak tapi lumayan lah, teman-teman ini yang kemudian menjadi “support system” saya selama rentang waktu smu, buat teman-teman di sekolah selama smu, saya lebih dikenal sebagai anak yang pendiam, agak susah juga buat saya untuk berinteraksi lebih banyak karena memang sangat sulit rasanya membuka peluang lain untuk beraktivitas di bidang lain selain bidang akademis. Tapi saya bersyukur karena hal itu lah akhirnya yang kemudian mengantarkan saya ke Universitas Brawijaya tempat dimana saya menemukan titik balik dari kehidupan saya.
Rentang waktu kuliah adalah saat paling penting dalam masa hidup saya, karena disanalah saya menemukan dunia baru selain dunia akademis, dunia yang akhirnya membuka idealisme saya. Beruntung sekali rasanya karena saat saya memasuki aula ospek pertama kali saya datang dengan sebuah keyakinan “sudah saatnya berubah”. THE OLD ADHIT DIES HERE !!! saya terlalu bosan untuk terus hanya bergaul dengan buku saya perlu mencari sisi lain hidup saya yang mungkin belum pernah saya sentuh yaitu kemampuan berkomunikasi dan membangun jaringan. Setiap kali ada kesempatan tampil kedepan saya selalu tampil dengan debaran jantung yang kencang dan tangan yang berkeringat. Setelah puluhan kali dibentak akhirnya saya menjadi biasa dan mulai dengan lancar berdebat dengan kondisi yang tertekan, lama kelamaan saya sadar bahwa saya sudah melewati pagar batas yang selama ini tidak pernah berani saya tembus, pagar batas itu bernama “minder dan malu”. If you do things you are afraid the most everytime you have the chance, then you will get used to it and in times you will master it.
Semuanya tidak saya pelajari sendiri, saya beruntung berada di lingkungan yang sangat kondusif untuk berkembang, disanalah saya kemudian belajar banyak hal dari banyak guru, salah seorang rektor yang sekarang kemudian menjadi hakim konstitusi pernah berkata kepada saya “yang kamu lakukan sekarang akan punya dampak 5 sampai 10 tahun kedepan bersyukurlah atas semua kesempatan” .
ASSALAMMUALAIMUM WARAHMATULAIHI WABARAKATTU, gua salut ma perjalanan lo, kalo gua blh saran nich lo buat biografi sebarin deh, biografi bsa jd inspirasi bagi orang yg pemalu, btw ada gak beasiswa ke jerman?
assalamualaikum warahmatullah wabarakatuhu…
salam kenal…
tampaknya saya akan mengagumi anda..
seseorang yang sedang dalam sebuah perjalanan angin..
dan singgah di tanah yang paling saya impikan… (Jerman)
kalo boleh, saya minta e-mail dan friendster’na..
ingin saya sharing dengan orang yang akan saya kagumi…
wassalamualaikum…
halo rekan semua, fs saya :dit2k2001@yahoo.com